Home » Articles posted by s2tp (Page 2)

Author Archives: s2tp

Lima Pertanyaan Seputar Perencanaan Pembelajaran

Dalam merencanakan pembelajaran, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan guru dan siswa untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Kita dapat membuat sekurangnya 5 pertanyaan sebelum membuat suatu perencanaan pembelajaran.

Apakah pernyataan “Perencanaan dalam setiap kegiatan melibatkan komponen dalam kegiatan tersebut” berlaku dalam

Rubrik Pendidikan · Majalah 1000guru
Rubrik Pendidikan · Majalah 1000guru

perencanaan pembelajaran? Bagaimana tinjauan dari aspek guru dan siswa?

Jawab: Sama halnya pada setiap perencanaan, semua komponen tentu terlibat dalam kegiatan tersebut. Begitu pula dalam perencanaan pembelajaran. Guru sebagai penyampai pelajaran memiliki multiperan seperti penulis skenario, aktor, sekaligus sutradara dalam pembelajaran yang dilaksanakannya.

Dari aspek guru, yang harus ditampilkan dalam pembelajaran setidaknya dapat terkondisikan dengan alokasi waktu yang tersedia. Ketersediaan waktu menjadi penentu agar pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Dalam kata lain, indikator ketercapaian kompetensi telah terukur dan mampu menggambarkan tingkat kepahaman dari peserta didik. Guru harus mampu mengajak siswa tertarik dengan pelajaran yang diberikan melalui inovasi kreatif dalam mengajar, misalnya penggunaan metode anjangsana (kunjungan) ke objek yang terkait dengan materi ajar.

Dari aspek siswa, komponen pembelajaran yang dibutuhkan siswa setidaknya telah tersedia media pembelajaran yang menarik dan relevan dengan materi ajar yang sedang diberikan. Kesesuaian ini akan menumbuhkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Pada akhirnya siswa akan dengan mudah menyerap pelajaran yang sedang diberikan. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan efektif karena mampu mengarahkan siswa untuk paham dengan materi pelajarannya.

Bagaimana perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku?

Perencanaan yang ideal menurut tuntutan kurikulum tentunya telah memenuhi kriteria yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku, perencanaan setidaknya meliputi tiga hal pokok, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, kemudian penutup. Dalam satu paket perencanaan tersebut telah tergambarkan model pembelajarannya dengan jelas. Kemudian di dalam strategi hingga taktik mengajar juga telah disebutkan pada rencana pembelajarannya.

(more…)

Menjadi Guru

// Rubrik Pendidikan • Majalah 1000guru • June 2014 //

Penulis: Atika Rifda, mahasiswi S1 jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia.
Penulis:
Atika Rifda, mahasiswi S1 jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia.

Masih ingatkah teman-teman dengan istilah “pahlawan tanpa tanda jasa”? Mungkin sebagian besar telah mendengar dan mengerti maksud istilah tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ya, “pahlawan tanpa tanda jasa” merupakan istilah yang biasanya dinisbatkan untuk guru.
Istilah kepahlawanan tersebut muncul karena sesungguhnya gurumerupakan seseorang yang dengan sukarela memberikan ilmu kepada peserta didiknya tanpa harus mendapat imbalan. Akan tetapi, kesejahteraan guru pun perlu diperhatikan. Oleh karenanya, pada zaman modern seperti sekarang ini guru telah dianggap sebagai profesi dan memperoleh imbalan atas jasanya tersebut.
Bukanlah hal yang negatif jika guru mendapatkan imbalan atas jasanya karena guru sangat berperan dalam kesuksesan seseorang. Coba teman-teman bayangkan, apakah mungkin seseorang minimalnya bisa membaca dan menulis jika ia tidak pernah dididik oleh seorang guru?
Ngomong-ngomong tentang guru, apa sih yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata “guru”? Satu profesi yang mengharuskan berbicara di depan kelas setiap hari? Yang kerjanya memberi tugas ini dan PR itu? Jika itu jawaban teman-teman, ding-dong! Itu benar, tetapi satu hal yang perlu teman-teman ketahui, guru bukan sekedar profesi.

Guru mengajar, guru mendidik
Mendidik (to educate) dan mengajar (to teach) adalah dua hal yang tampak serupa, tetapi berbeda. Mendidik bukanlah hal yang mudah, apalagi jika mendidik puluhan peserta didik sekaligus. Mendidik dapat memberikan dampak berkepanjangan yang akan mengubah model pikir dan tingkah laku peserta didik menjadi lebih baik, sedangkan proses mengajar hanya menekankan pada transformasi nilai pembelajaran.
Ilmu yang seharusnya diberikan oleh seorang guru sebenarnya tidak hanya ilmu pengetahuan yang telah tercetak dalam sebuah buku, tetapi guru juga harus mampu menjadi sosok teladan bagi peserta didiknya. Oleh karena itu, guru menjadi tonggak penentu kemajuan bangsa. Gurulah yang membangun dan membimbing para generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. Menjadi guru merupakan tanggung jawab yang sangat besar.
Pendidik (guru) merupakan komponen vital dan fundamental dalam proses pendidikan, yang mengedepankan proses pematangan kejiwaan, pola pikir, dan pembentukan serta pengembangan karakter (character building) bangsa untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Kualitas pendidikan bangsa ini banyak ditentukan oleh kualitas para gurunya karena guru adalah orang yang secara intensif bertatap muka langsung dengan peserta didik.
Sebagusdan semodern apapun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil optimal. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik. Seorang guru dituntut mampu menyelaraskan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran.

Kemampuan intelektual seorang guru
Untuk menjadi guru,yang dibutuhkan tidak hanya pintar, tetapi juga harus memiliki kemampuan intelektual lainnya. Kemampuan intelektual tersebut seperti keterampilan mengajar, kemampuan berkomunikasi, hingga pemahaman situasi psikologis peserta didik. Selain itu, guru harus dapat belajar bagaimana mengajar peserta didik.
Menurut Hartoyo dan Baedhowi (2005) guru harus memiliki keterampilan mengajar (teaching skills), berpengetahuan (knowledgeable), memiliki sikap profesional (good professional attitude), memilih, menciptakan dan menggunakan media (utilizing learning media), memilih metode mengajar yang sesuai, memanfaatkan teknologi (utilizing technology), mengembangkan kurikulum yang dinamis, serta bisa memberikan contoh dan teladan yang baik (good practices). (more…)

Jadwal Matrikulasi

JADWAL MATRIKULASI MAHASISWA PROGRAM STUDI S2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

Hari/Tanggal/Pukul

Materi dan Ruang

Dosen

Materi

Ruang

Senin, 25 – 08- 2014

 

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

 

13.00 – 14.30 wib

 

 

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim, M.Pd

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

Ujang Suparman, M.A,Ph.D

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

Dr. Herpratiwi, M.Pd
Selasa, 26 – 08- 2014

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

 

13.00 – 14.30 wib

 

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

 

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Rabu, 27 – 08- 2014

 

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

 

13.00 – 14.30 wib

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

Kamis, 28 – 08- 2014

09.00 – 10.30 wib

   10.40 – 12.10 wib

13.00 – 14.30 wib

 

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

Dr. Herpratiwi, M.Pd.
 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Jum’at,  29 – 08-2014

 

08.00 – 09.30 wib

09.40 – 11.10 wib

13.00 – 14.30 wib

 

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

 

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

Sabtu, 30- 08 -2014

 

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

13.00 – 14.30 wib

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

 

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

 

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

 

 

Misi Program Studi S2 Teknologi Pendidikan

 

  1. Melakukan program pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan sistem belajar dan pembelajaran
  2. Menyediakan jasa dalam mengkaji  dan memecahkan masalah belajar dalam berbagai situasi dan kondisi
  3. Memelopori usaha inovatif dalam sistem belajar dan pembelajaran
  4. Mengembangkan kemampuan profesional dan bidang studi teknologi pendidikan
  5. Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan disiplin ilmu teknologi pendidikan.

Visi program studi Teknologi Pendidikan

  1. Melakukan program pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan sistem belajar dan pembelajaran
  2. Menyediakan jasa dalam mengkaji  dan memecahkan masalah belajar dalam berbagai situasi dan kondisi
  3. Memelopori usaha inovatif dalam sistem belajar dan pembelajaran
  4. Mengembangkan kemampuan profesional dan bidang studi teknologi pendidikan
  5. Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan disiplin ilmu teknologi pendidikan.