Home » Uncategorized (Page 2)

Category Archives: Uncategorized

Aplikasi Teknologi Pendidikan Dalam Kedinasan (Scientific Friday Of Educational Technology)

Ilmu yang dipelajari dalam Teknologi Pendidikan dapat diterapkan di berbagai bidang. Tak terkecuali di kedinasan. Agus Riyadi adalah karyawan di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang kuliah di Teknologi Pendidikan angkatan 2014. Setelah mempelajari ilmu di Teknologi Pendidikan selama 2 semester, beliau kini sedang mempersiapkan diri untuk menulis tesis dan telah mempresentasikan proposal tesisnya. Baginya, kuliah di Teknologi Pendidikan telah banyak membekalinya dengan ilmu terkait pendidikan, serta akan dapat menjadi inspirasinya dalam berkiprah di kedinasan. Selama ini aplikasi Teknologi Pendidikan telah pula dilakukan di dinas pendidikan.

agus riyadi

Pada kesempatan Scientific Friday of Educational Technology (SFET) ini, beliau menjelaskan tentang aplikasi Teknologi Pendidikan dalam kegiatan kedinasan yang digelutinya. Semoga menjadi pencerahan bagi rekan-rekan bahwa penerapan ilmu Teknologi Pendidikan dapat diterapkan dimana saja. Tidak terbatas di kalangan guru atau sekolah saja.

Oleh : Agus Riyadi, NPM 1423011002

Jumat/ 28 Agustus 2015 (Pertemuan ke dua)

Diskusi Awal (SCIENTIFIC FRIDAY of EDUCATIONAL TECHNOLOGY)

Scientific Friday of Educational Technology (SFET) adalah wahana bagi mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan untuk berkumpul. Kegiatan Ini merupakan ajang berkumpul bagi mahasiswa Teknologi Pendidikan (TP) lintas angkatan. Lokasi acara ini juga cukup ideal yaitu di lobby gedung baru Pascasarjana FKIP. Di sini sudah tersedia meja besar dan tempat duduknya. Kita bisa ngobrol bebas. Bagi yang membawa kudapan diperbolehkan mengikuti acara sambil menikmatinya.

I finally

Pada pertemuan pertama ini, kita baru mendiskusikan bentuk kegiatannya. Disepakati untuk pertemuan berikutnya ada yang memberikan materi singkat sebagai pembuka obrolan, yang selanjutnya diharapkan dapat menjadi memicu obrolan yang lebih kondusif lagi. Tema diskusi juga ditentukan oleh pemimpin diskusi atau host atau leader yang bertugas pada hari itu. Namun tujuan utama dari kegiatan SFET adalah menguatkan ikatan silaturahmi antara mahasiswa TP. Baik yang belum lulus maupun yang sudah lulus. Semoga nantinya akan terbentuk sinergi dari berbagai potensi yang dimiliki oleh mahasiswa maupun lulusan TP.

 

7 Langkah Mudah Membuat Multimedia Pembelajaran

Apa saja 7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran itu? Penjelasan lengkap ada di bawah.

1. TENTUKAN JENIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:

  1. Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.
  2. Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.

2. TENTUKAN TEMA MATERI AJAR

Ambil tema bahan ajar yang menurut kita sangat membantu  meningkatkan pemahaman ke siswa dan menarik bila kita gunakan multimedia. Ingat bahwa tujuan utama kita membuat multimedia pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Jangan terjebak ke memindahkan buku ke media digital, karena ini malah mempersulit siswa. Ketika guru biologi ingin menggambarkan sebuah jenis tumbuhan supaya bisa dipahami siswa, dan itu sulit ternyata dilakukan (karena guru tidak bisa nggambar di komputer, dsb), maka ya jangan dilakukan 😉 Alangkah lebih baik apabila pohon tersebut dibawa saja langsung ke depan kelas. Ini salah satu contoh bagaimana media pembelajaran itu sebenarnya tidak harus dengan teknologi informasi. Dalam sertifikasi guru, pemanfaatan media pembelajaran seperti pohon itu, atau kecoak dikeringkan, dsb tetap mendapatkan poin penilaian yang signifikan.

3. SUSUN ALUR CERITA (STORYBOARD)

storyboard.gifSusun alur cerita atau storyboard yang memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan. Jangan beranggapan bahwa storyboard itu hal yang susah, bahkan point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana materi diajarkan sudah lebih dari cukup. Cara membuatnya juga cukup dengan software pengolah kata maupun spreadsheet yang kita kuasai, tidak perlu muluk-muluk menggunakan aplikasi pembuat storyboard professional. Untuk storyboard sederhana, saya berikan contoh karya pak ismudji  dari SMA Bontang, Kaltim (ismudji-storyboard.pdf). Sedangkan yang agak kompleks, bisa dilihat dari yang dibuat teman-teman di Brainmatics dan IlmuKomputer.Com untuk konten Rekayasa Perangkat Lunak (rpl-storyboard.pdf)

4. MULAI BUAT SEKARANG JUGA!

ppt-termodinamika.gifJangan menunda atau mengulur waktu lagi, buat sekarang juga! Siapkan Openoffice Impress atau Microsoft PowerPoint anda. Mulai buat slide pertama, isikan bahan ajar yang ingin anda multimedia-kan. Terus masukkan bahan ajar anda di slide slide berikutnya, mulai mainkan image, link dengan gambar, suara dan video yang bisa kita peroleh dengan gampang di Internet. Bisa juga memanfaatkan situs howstuffworks.com untuk mencari ide  Jangan lupa juga bahwa banyak pemenang-pemenang lomba pengembangan multimedia pembelajaran yang hanya bermodal Openoffice Impress atau PowerPoint sudah cukup membuat karya yang berkualitas tinggi. Gambar disamping saya ambil dari karya pak Teopilus Malatuni, guru SMAN 1 Kaimana Papua Barat yang dibuat dengan tool sederhana, bisa mendapatkan skor signifikan di lomba dikmenum tahun 2007. Kuncinya adalah tekun, sabar dan pantang menyerah. Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa didapat secara instan, semua melewati proses panjang.

5. GUNAKAN TEKNIK ATM (more…)

Pendidikan Karakter: Berkaca dari Jepang

Para penggagas kebijakan pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini gencar menggaungkan pendidikan karakter sebagai penawar masalah pendidikan kita yang dinilai telah salah arah. Dengan memprioritaskan pendidikan karakter, mereka beharap komunitas pendidik dan masyarakat akan menggali sisi afektif siswa, dan pendidikan tidak melulu ditekankan pada sisi kognitif untuk mengejar nilai semata. Dengan lebih memperhatikan karakter, diharapkan sekolah bisa menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, cerdas, dan kreatif.

Ketika gempa besar menghantam bagian timur laut Jepang, dunia dibuat kagum dengan kekuatan mental masyarakat Jepang. Mereka menempatkan kepentingan umum dan keselamatan bersama jauh di atas kepentingan pribadi. Kita juga sering mendengar tentang tertibnya budaya antre mereka, kisah dompet hilang yang selalu kembali, dan hal semacamnya. Karakter mental dan kepribadian masyarakat Jepang itu tentu bukan datang begitu saja. Pendidikan dan sekolah memiliki peran besar di dalamnya, berjalan dinamis dengan tradisi dan nilai-nilai yang ditanamkan keluarga.

(more…)

Lima Pertanyaan Seputar Perencanaan Pembelajaran

Dalam merencanakan pembelajaran, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan guru dan siswa untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Kita dapat membuat sekurangnya 5 pertanyaan sebelum membuat suatu perencanaan pembelajaran.

Apakah pernyataan “Perencanaan dalam setiap kegiatan melibatkan komponen dalam kegiatan tersebut” berlaku dalam

Rubrik Pendidikan · Majalah 1000guru
Rubrik Pendidikan · Majalah 1000guru

perencanaan pembelajaran? Bagaimana tinjauan dari aspek guru dan siswa?

Jawab: Sama halnya pada setiap perencanaan, semua komponen tentu terlibat dalam kegiatan tersebut. Begitu pula dalam perencanaan pembelajaran. Guru sebagai penyampai pelajaran memiliki multiperan seperti penulis skenario, aktor, sekaligus sutradara dalam pembelajaran yang dilaksanakannya.

Dari aspek guru, yang harus ditampilkan dalam pembelajaran setidaknya dapat terkondisikan dengan alokasi waktu yang tersedia. Ketersediaan waktu menjadi penentu agar pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Dalam kata lain, indikator ketercapaian kompetensi telah terukur dan mampu menggambarkan tingkat kepahaman dari peserta didik. Guru harus mampu mengajak siswa tertarik dengan pelajaran yang diberikan melalui inovasi kreatif dalam mengajar, misalnya penggunaan metode anjangsana (kunjungan) ke objek yang terkait dengan materi ajar.

Dari aspek siswa, komponen pembelajaran yang dibutuhkan siswa setidaknya telah tersedia media pembelajaran yang menarik dan relevan dengan materi ajar yang sedang diberikan. Kesesuaian ini akan menumbuhkan motivasi dan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran. Pada akhirnya siswa akan dengan mudah menyerap pelajaran yang sedang diberikan. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan efektif karena mampu mengarahkan siswa untuk paham dengan materi pelajarannya.

Bagaimana perencanaan pembelajaran yang ideal menurut tuntutan kurikulum yang berlaku?

Perencanaan yang ideal menurut tuntutan kurikulum tentunya telah memenuhi kriteria yang harus dilakukan dalam pembelajaran. Sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku, perencanaan setidaknya meliputi tiga hal pokok, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, kemudian penutup. Dalam satu paket perencanaan tersebut telah tergambarkan model pembelajarannya dengan jelas. Kemudian di dalam strategi hingga taktik mengajar juga telah disebutkan pada rencana pembelajarannya.

(more…)

Menjadi Guru

// Rubrik Pendidikan • Majalah 1000guru • June 2014 //

Penulis: Atika Rifda, mahasiswi S1 jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia.
Penulis:
Atika Rifda, mahasiswi S1 jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia.

Masih ingatkah teman-teman dengan istilah “pahlawan tanpa tanda jasa”? Mungkin sebagian besar telah mendengar dan mengerti maksud istilah tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ya, “pahlawan tanpa tanda jasa” merupakan istilah yang biasanya dinisbatkan untuk guru.
Istilah kepahlawanan tersebut muncul karena sesungguhnya gurumerupakan seseorang yang dengan sukarela memberikan ilmu kepada peserta didiknya tanpa harus mendapat imbalan. Akan tetapi, kesejahteraan guru pun perlu diperhatikan. Oleh karenanya, pada zaman modern seperti sekarang ini guru telah dianggap sebagai profesi dan memperoleh imbalan atas jasanya tersebut.
Bukanlah hal yang negatif jika guru mendapatkan imbalan atas jasanya karena guru sangat berperan dalam kesuksesan seseorang. Coba teman-teman bayangkan, apakah mungkin seseorang minimalnya bisa membaca dan menulis jika ia tidak pernah dididik oleh seorang guru?
Ngomong-ngomong tentang guru, apa sih yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar kata “guru”? Satu profesi yang mengharuskan berbicara di depan kelas setiap hari? Yang kerjanya memberi tugas ini dan PR itu? Jika itu jawaban teman-teman, ding-dong! Itu benar, tetapi satu hal yang perlu teman-teman ketahui, guru bukan sekedar profesi.

Guru mengajar, guru mendidik
Mendidik (to educate) dan mengajar (to teach) adalah dua hal yang tampak serupa, tetapi berbeda. Mendidik bukanlah hal yang mudah, apalagi jika mendidik puluhan peserta didik sekaligus. Mendidik dapat memberikan dampak berkepanjangan yang akan mengubah model pikir dan tingkah laku peserta didik menjadi lebih baik, sedangkan proses mengajar hanya menekankan pada transformasi nilai pembelajaran.
Ilmu yang seharusnya diberikan oleh seorang guru sebenarnya tidak hanya ilmu pengetahuan yang telah tercetak dalam sebuah buku, tetapi guru juga harus mampu menjadi sosok teladan bagi peserta didiknya. Oleh karena itu, guru menjadi tonggak penentu kemajuan bangsa. Gurulah yang membangun dan membimbing para generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. Menjadi guru merupakan tanggung jawab yang sangat besar.
Pendidik (guru) merupakan komponen vital dan fundamental dalam proses pendidikan, yang mengedepankan proses pematangan kejiwaan, pola pikir, dan pembentukan serta pengembangan karakter (character building) bangsa untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Kualitas pendidikan bangsa ini banyak ditentukan oleh kualitas para gurunya karena guru adalah orang yang secara intensif bertatap muka langsung dengan peserta didik.
Sebagusdan semodern apapun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil optimal. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada peserta didik. Seorang guru dituntut mampu menyelaraskan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran.

Kemampuan intelektual seorang guru
Untuk menjadi guru,yang dibutuhkan tidak hanya pintar, tetapi juga harus memiliki kemampuan intelektual lainnya. Kemampuan intelektual tersebut seperti keterampilan mengajar, kemampuan berkomunikasi, hingga pemahaman situasi psikologis peserta didik. Selain itu, guru harus dapat belajar bagaimana mengajar peserta didik.
Menurut Hartoyo dan Baedhowi (2005) guru harus memiliki keterampilan mengajar (teaching skills), berpengetahuan (knowledgeable), memiliki sikap profesional (good professional attitude), memilih, menciptakan dan menggunakan media (utilizing learning media), memilih metode mengajar yang sesuai, memanfaatkan teknologi (utilizing technology), mengembangkan kurikulum yang dinamis, serta bisa memberikan contoh dan teladan yang baik (good practices). (more…)

Jadwal Matrikulasi

JADWAL MATRIKULASI MAHASISWA PROGRAM STUDI S2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

Hari/Tanggal/Pukul

Materi dan Ruang

Dosen

Materi

Ruang

Senin, 25 – 08- 2014

 

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

 

13.00 – 14.30 wib

 

 

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim, M.Pd

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

Ujang Suparman, M.A,Ph.D

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

Dr. Herpratiwi, M.Pd
Selasa, 26 – 08- 2014

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

 

13.00 – 14.30 wib

 

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

 

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Rabu, 27 – 08- 2014

 

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

 

13.00 – 14.30 wib

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

Kamis, 28 – 08- 2014

09.00 – 10.30 wib

   10.40 – 12.10 wib

13.00 – 14.30 wib

 

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

 

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

Dr. Herpratiwi, M.Pd.
 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Jum’at,  29 – 08-2014

 

08.00 – 09.30 wib

09.40 – 11.10 wib

13.00 – 14.30 wib

 

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

 

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

Sabtu, 30- 08 -2014

 

09.00 – 10.30 wib

10.40 – 12.10 wib

13.00 – 14.30 wib

 

Kajian Jurnal Internasional

 

P3.10

 

Ujang Suparman,M.A,Ph.D

 

Kajian Jurnal Nasional

P3.10

 

Dr. Herpratiwi, M.Pd.

 

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

P3.10

Dr. Adelina Hasyim,M.Pd

 

 

 

Misi Program Studi S2 Teknologi Pendidikan

 

  1. Melakukan program pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan sistem belajar dan pembelajaran
  2. Menyediakan jasa dalam mengkaji  dan memecahkan masalah belajar dalam berbagai situasi dan kondisi
  3. Memelopori usaha inovatif dalam sistem belajar dan pembelajaran
  4. Mengembangkan kemampuan profesional dan bidang studi teknologi pendidikan
  5. Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan disiplin ilmu teknologi pendidikan.

Visi program studi Teknologi Pendidikan

  1. Melakukan program pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan sistem belajar dan pembelajaran
  2. Menyediakan jasa dalam mengkaji  dan memecahkan masalah belajar dalam berbagai situasi dan kondisi
  3. Memelopori usaha inovatif dalam sistem belajar dan pembelajaran
  4. Mengembangkan kemampuan profesional dan bidang studi teknologi pendidikan
  5. Mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan disiplin ilmu teknologi pendidikan.