July 2020
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Profil Magister Teknologi Pendidikan UNILA

Metode Pengajaran Interaktif Lebih Efektif

Metode pengajaran interaktif dinilai lebih efektif untuk peningkatan kualitas siswa dan guru. Selain lebih menyenangkan, metode itu membuat siswa dan guru lebih mudah memahami materi dan menumbuhkan minat baca keduanya.

“Siswa dan guru lebih antusias menangkap materi pelajaran karena sering bertanya tentang apa yang sudah dibaca dan didengarkan,” kata guru kelas II Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasawahan Kota Bandung, Gita Insani Maryam, seusai mengikuti program “Kids Read 2016” di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/3).

Acara ini digelar British Council melalui British Council Indonesia Foundation dengan dukungan HSBC Indonesia. Kegiatan itu digelar pada periode Maret-Desember 2016. Pesertanya 30 guru dari 15 SDN di Kota Bandung. Kegiatan dengan tema “The Story So Far” itu menyasar sekitar 2.000 guru dan 24.000 siswa SD di Bandung.

Di Indonesia, program ini baru digelar di Jakarta pada 2015 dan Bandung, tahun lalu. Program yang sama telah berjalan di 13 negara di Timur Tengah dan Afrika Timur sejak 2011.

Gita mengatakan, sebelum ikut program ini, ia kerap mengajar dengan metode satu arah. Ia lebih banyak berceramah sehingga suasana belajar-mengajar kurang efektif, terkesan kaku, dan membosankan.

“Kini, saat metode interaktif ini diterapkan, siswa lebih semangat belajar dan ingin tahu. Sebelum memulai mata pelajaran, siswa akan membaca buku lebih dulu selama 15 menit. Guru menyediakan waktu tanya jawab setelahnya,” ujar Gita.

Dorong minat baca

Direktur Pelatihan dan Pengembangan British Council di Indonesia Michael Little mengatakan, program ini bertujuan mendorong pertumbuhan minat baca di kalangan anak-anak. Siswa diberi pemahaman bahwa membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan dan berguna.

“Tidak hanya siswa, guru juga diajak meningkatkan kemampuan belajar mengimbangi aktivitas siswa. Diharapkan metode baru ini dapat menginspirasi guru lain serta dapat ditularkan kepada siswa lain,” ujar Little.

Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko menambahkan, dalam rangkaian kegiatan ini juga diberikan pelatihan metode bercerita kepada orangtua.

Orangtua diharapkan bisa mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah dengan pola yang lebih menyenangkan. Dengan demikian, pemahaman anak-anak terhadap mata pelajaran akan jauh lebih baik.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung Supardi mengatakan, metode bercerita ini juga melatih kecakapan emosional siswa dalam berkomunikasi dengan orang lain. (SEM)

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2017/03/13/10155861/metode.pengajaran.interaktif.lebih.efektif

Kurtilas Wajib 2017, Siapa Takut? …(SCIENTIFIC FRIDAY of EDUCATIONAL TECHNOLOGY)

kurikulum-2013Dunia pendidikan di Indonesia kembali menghangat dengan adanya tekad pemerintah yang menetapkan target untuk melaksanakan Kurikulum 2013 di semua sekolah pada tahun 2017. Sebelumya melalui Permendikbud nomor 160 tahun 2014, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Pelatihan dan pendampingan menjadi program yang gencar dilakukan belakangan ini. Bagi sebagian guru, Kurikulum 2013 dipandang sebagai hal yang merepotkan. Banyak hal yang harus dipersiapkan dalam penerapan kurikulum ini. Pada kesempatan SFET kali ini, Mariyana memaparkan tentang apa dan bagaimana Kurikulum 2013. Beliau adalah guru Seni tari di SMAN 9 Bandar Lampung yang telah menerapkan Kurikulum 2013. Terungkap bahwa dengan persiapan yang baik, guru tidak perlu takut terhadap Kurikulum 2013. Semoga.

Dunia pendidikan di Indonesia kini tengah memasuki babak baru. Berdasarkan sejarah yang di catat telah ada beberapa periode pergantian model kurikulum yang digunakan di Indonesia. Antara rentang waktu setelah Indonesia merdeka sekitar tahun 1947 hingga hari ini setidaknya sudah lebih dari sepuluh kali terjadi pergantian kurikulum. Sebut saja beberapa tahun terakhir ketika memasuki tahun 2004 model yang digunakan adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), dirubah menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006. Yang mana KTSP lebih mengedepankan nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik. Tujuh tahun setelah implementasi KTSP, disempurnakan kembali menjadi Kurtilas atau kepanjangan dari Kurikulum 2013. Pertanyaannya adalah ada apa dengan dunia pendidikan di Indonesia ? kenapa harus selalu berubah-ubah kurikulumnya ? adakah yang salah dalam proses penyusunannya ?

mariyanaSebelum kita berkomentar, mari lihat terlebih dahulu dari sisi positifnya. Pengembangan kurikulum yang semula KTSP berganti menjadi Kurikulum 2013 sebagai pelengkap. Pada model kurikulum sebelumnya yang lebih ditekankan adalah mengenai pendidikan karakter peserta didik, sementara untuk pendidikan karakter bagi gurunya luput dari pemantauan. Jujur, jaman sekarang sedikit sekali guru yang benar-benar menjadi guru. Sejatinya seorang guru ia mampu mendidik, bukan hanya sekedar mengajar. Sebagai seorang guru ia seharusnya dapat menjadi contoh teladan, digugu dan ditiru. Fakta yang ada di lapangan malah sebaliknya. Ada guru yang tidak sadar kalau dirinya seorang guru. Yang dikejar hanya penghasilan semata, bagaimana mendapatkan sertifikasi dan tunjangan lainnya. Sementara tugasnya tidak ada peningkatan kualitas. Tidak mau tau terhadap permasalahan yang terjadi di peserta didik. Oleh sebab itu, salah satu faktor yang ditekankan pada kurikulum 2013 adalah standar kompetensi K1 dan K2. Yaitu bagaimana menanamkan nilai-nilai moral spiritualitas dan kepribadian sebagai seorang guru. Tidak heran jika biaya penerapan kurikulum 2013 sangat besar karena sebagian dialokasikan untuk kegiatan peningkatan mutu tenaga pendidik melalui BPSDMPK (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan). Intinya tidak hanya peserta didik yang harus belajar, para tenaga pendidik pun harus senantiasa belajar upgrade pengetahuan ilmunya menyesuaikan dengan jaman yang senantiasa berubah.
(more…)

.

Kategori Berita